18 September 2007

[namche] Fwd: Fw: [all] Peraturan Baru DKI


 
-------Original Message-------
 
Date: 9/18/2007 11:16:06 AM
Subject: [all] Peraturan Baru DKI
 
Subject: Fw: Peraturan Baru DKI
 
 
>
> .Subject: FW: Peraturan Baru DKI
>
> Mengemis dan Memberi Pengemis Didenda Rp 20 Juta
>
>                   KEBON SIRIH, WARTA KOTA - Hati-hati jika Anda ingin
> bersedekah kepada pengemis, baik ketika berada di kendaraan umum, atau
> perempatan jalan. Alih-alih bermaksud berbuat baik, Anda bakal dikenai
> sanksi denda hingga maksimal Rp 20 juta atau mendekam di tahanan paling
> lama 60 hari.
>
> Hal itu merupakan konsekuensi pemberlakuan peraturan daerah (perda)
> tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum yang disahkan dalam Rapat
> Paripurna DPRD DKI, Senin (10/9). Perda baru itu merupakan pengganti
> Perda No 11 tahun 1988 tentang Ketertiban Umum yang dianggap tak lagi
> memadai menghadapi perkembangan kondisi sosial Ibu Kota.
>
>  Larangan memberi sedekah kepada pengemis, maupun melakukan aktivitas
> mengemis itu termuat dalam pasal 40 huruf b, dan c. Dalam pasal itu,
> tak
> hanya mengemis saja yang dilarang melainkan juga mengamen, mengasongkan
> dagangan, dan mengelap mobil di tempat umum. "Kalau ingin menyumbang
> dan
> memberi sedekah, salurkan lewat lembaga resmi yang sudah ada, misalnya
> lewat Bazis," ujar Ketua Fraksi PPP Achmad Suaedy, kepada wartawan usai
> menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, kemarin.
>
>  Pemberlakuan larangan pun tak hanya berlaku pada pelaku, dan pemberi
> sedekah bagi pengemis saja, melainkan juga terhadap pihak-pihak yang
> mengorganisasi, atau memerintahkan aktivitas tersebut. Dan, sanksi bagi
> mereka ini lebih berat, sesuai pasal 61 ayat 2, orang yang menyuruh
> mengemis, mengasong, mengamen, atau mengelap kaca mobil dikenai sanksi
> denda paling banyak Rp 30 juta, atau kurungan maksimal 90 hari.
>
> Gubernur DKI Sutiyoso mengatakan, pemberlakuan aturan-aturan baru dalam
> perda tersebut sebagai upaya meningkatkan budaya disiplin dan tertib di
> kalangan warga Jakarta. Selain itu, juga untuk memperbaiki citra
> Jakarta
> sebagai Ibu Kota Negara yang tertib dan nyaman. "Ketertiban umum di
> kota
> mana pun harus ditegakkan karena ini untuk kepentingan bersama. 
> Perda ini harus kita lakukan secara konsekuen," ujar Sutiyoso usai
> menghadiri rapat paripurna, kemarin.
>
> Pemprov DKI akan melakukan sosialisasi mengenai isi dan konsekuensi
> perda baru itu kepada masyarakat luas selama sekitar empat bulan,
> sebelum secara efektif memberlakukan ketentuan tersebut. Sutiyoso
> berjanji akan meningkatkan kinerja aparat pamong praja yang dimiliki
> Pemprov untuk menjamin penegakan hukum atas perda itu. "Kalau soal
> aparat yang tidak baik, itu masalah mentalnya, dan akan kita perbaiki.
> Yang penting kesadaran masyarakat untuk disiplin, karena masalah
> disiplin ini bukan hanya di Jakarta, secara nasional kita lemah di
> bidang ini," ujar gubernur yang tinggal sebulan lagi menjabat itu.
>
>  Perda Penyelenggaraan Ketertiban Umum kemungkinan besar baru akan
> diberlakukan efektif mulai tahun depan.</p>
>
>  Kewajiban dan Larangan
> Beberapa kewajiban dan larangan Perda Tibum, sebagai berikut:
>
> - Pejalan kaki wajib berjalan di tempat yang ditentukan.
>
> - Setiap orang wajib menyeberang di tempat penyeberangan yang
> disediakan.
>
> - Setiap penumpang wajib menunggu di halte atau pemberhentian yang
> ditetapkan&nbsp; (pelanggaran atas 3 aturan di atas, dikenai denda Rp
> 100.000-Rp 20 juta, atau kurungan 10-60 hari).
>
> - Setiap pengemudi wajib menunggu, menaikkan, dan menurunkan penumpang
> di tempat pemberhentian yang ditentukan&nbsp; (pelanggaran didenda Rp
> 500.000 - Rp 30 juta, atau sanksi kurungan 20-90 hari).
>
> - Setiap kendaraan bermotor dilarang memasuki jalur busway (pelanggaran
> didenda Rp 5juta-Rp 50 juta, atau sanksi kurungan 30-180 hari).
>
> - Ketentuan 3 in 1, dan larangan penggunaan joki&nbsp; (pelanggaran
> didenda Rp 500.000-Rp 30 juta, atau sanksi kurungan 20-90 hari).
>
> - Larangan menjadi joki 3 in 1 (pelanggaran didenda Rp 100.000-Rp 20
> juta, atau sanksi kurungan 10-60 hari).
>
> - Larangan menjadi penjaja seks atau memakai jasa penjaja seks
> komersial
> (pelanggaran didenda Rp 500.000-Rp 30 juta, atau sanksi kurungan 20-90
> hari)
>
> - Larangan menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang untuk
> menjadi penjaja seks komersial (pelanggarannya dianggap sebagai tindak
> pidana kejahatan
>
> - Larangan menyediakan bangunan sebagai tempat berbuat asusila (didenda
> Rp 5 juta-Rp 50 juta, atau sanksi kurungan 30-180 hari).
>
>
>
>
>
>> *****************************************************************
>>> The information in this e-mail is confidential and may be legally
>>> privileged. It is intended solely for the addressee.
>>>
>>> Access to this e-mail by anyone else is unauthorized. If you have
>>> received this communication in error, please address with the
>>> subject heading "Received in error," send to
>>> postmaster@csindonesia.co.id then delete the e-mail and destroy
>>> any copies of it. If you are not the intended recipient, any
>>> disclosure, copying, distribution or any action taken or omitted
>>> to be taken in reliance on it, is prohibited and may be unlawful.
>>> Any opinions or advice contained in this e-mail are subject to
>>> the terms and conditions expressed in the governing PT.
>>> Consulting Services Indonesia ("CSI") client engagement letter.
>>> Opinions, conclusions and other information in this e-mail and
>>> any attachments that do not relate to the official business of
>>> the firm are neither given nor endorsed by it.
>>>
>>> PT. Consulting Services Indonesia ("CSI") cannot guarantee that
>>> e-mail communications are secure or error-free, as information
>>> could be intercepted, corrupted, amended, lost, destroyed,
>>> arrive late or incomplete, or contain viruses.
>>>
>>> This footnote also confirms that this e-mail message has been
>>> scanned by Postini for the presence of computer viruses. See
>>> www.postini.com for more information.
>>> *****************************************************************
>>
> This email is confidential. If you are not the addressee tell the sender
> immediately and destroy this email without using, sending or storing it.
> Emails are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception
> and amendment. Standard Chartered PLC and subsidiaries ("SCGroup") do not
> accept liability for damage caused by this email and may monitor email
> traffic.
>
>
> SOHO Group  (Soho-Ethica-Parit Padang)
>
>
>
 
 
FREE  Emoticons for your email - By IncrediMail! Click Here!


Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online. __._,_.___

http://namcheblog.blogspot.com



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: